12 Days of Christmas, BTS, Fan Fiction, Teen

Day 8 – Jack Frost Enigma

And this year I will fall with no worries at all.

Dari seluruh penjaga pintu asrama, mulai tembok berlumut di bawah tanah hingga kenop pintu di menara tertinggi, Hoseok paling benci milik Ravenclaw. Okelah, tembok Slytherin pernah berubah menjadi zirah yang menendang bokongnya dan lukisan Nyonya Gemuk pernah menjerit padanya, tapi elang si asrama biru? Hih, lebih baik dia bertemu anak-anaknya di lantai dasar atau selasar atau kelas atau mana saja selain menara barat, terima kasih. Sudah susah-susah naik tangga, masih harus berpikir lagi. Siapa yang suka?

Tapi memang sial punya teman macam Namjoon yang kombinasi level kecerdasan dan kecerobohannya setinggi langit-langit Aula Besar. Anak itu meminjam tabel Herbologi Hoseok sejak dua minggu yang lalu, tapi belum dikembalikan sampai hari ini. Tentu sang maniak Quidditch sudah mencari alternatif lain, tapi persediaan tabel di perpustakaan ludes dipinjam segerombolan siswa selebor macam si Prefek. Padahal Hoseok harus mengerjakan diagram perkembangan Tentakula Berbisa yang dikumpulkan lusa. Lagi pula, ia membutuhkan catatan-catatan kecil di belakang tabelnya.

Memang tidak tahu diri Namjoon Kim itu. Dua hari dia menghilang entah ke mana, membuat si Hufflepuff curiga, lalu sekarang memaksanya naik ke menara. Demi korset Helga, Hoseok akan melebatkan bulu hidung Namjoon sampai pemuda itu betul-betul menghilangkan tabelnya lagi.

A very famous alchemist was found murdered in his kitchen today. The Witch Watchers have narrowed it down to six suspects. They know it was a two man job. Their names: Felice, Maxwell, Archibald, Nicolas, Jordan, and Xavier. A note was also found with the body: ’26-3-58/28-27-57-16′. Who are the killers?”

Bollocks!” Aha, baru dua detik berdiri dan disuguhi pertanyaan, Hoseok sudah merutuk. Benar-benar tidak sehat.

Sungguh, bagaimana Jiwoo, kakaknya, bisa tahan berada di sini selama tujuh tahun? Bayangkan saja, setelah seharian bergelut dengan berbagai pelajaran yang menyulitkan, lelah dengan kegiatan atau ingin tidur setelah latihan Quidditch, eh masih harus menjawab soal-soal rumit tidak penting. Dia bahkan pernah dengar rumor Louise Gray memilih tidur di koridor ketimbang menjawab pertanyaan setelah kalah pertandingan musim lalu—dan mungkin itu nasibnya tiap hari kalau ia terpilih masuk asrama ini.

O, bicara tentang Louise Gray ….

“Jung!”

Sosok atletis sang Kapten Ravenclaw muncul dari belokan tangga, berekspresi campuran kaget dan terhibur. Haha. Sepertinya dia heran. Bukan hal normal menemukan Hoseok Jung berkeliaran di menara barat tanpa Namjoon atau Yoongi—ya, kadang-kadang si Slytherin memang mampu memecahkan teka-teki pengetuk pintu kalau sedang tidak malas berpikir.

Tak menunggu lawan bicaranya sampai di akhir anak tangga, reaksi Hoseok sudah mengapung. “Gray, katakan, bagaimana cara memecahkan teka-teki burung sialan ini?”

Pemuda yang lebih tua tertawa, mempercepat langkah hingga melompati dua anak tangga sekali jalan, kemudian berhenti tepat di depan Hoseok sambil bertolak pinggang. Kalau mau jujur, sebenarnya Louise Gray tidak menyebalkan jika sudah di luar lapangan; mereka cukup dekat dan pertemanan yang dijalin pun lebih sehat ketimbang kapten asrama lain, tapi tetap saja ada hal-hal yang Hoseok tidak sukai dari Gray.

Seperti: “Memangnya ada urusan apa kau ke sini? Mencari adikku?” Lalu: “Aku masih belum merestuimu kalau masuk asramaku saja kau tidak bisa.” Dan terakhir: “Dua syarat kau boleh berkencan dengan Louisa: kau diterima di Puddlemere United dan kau cukup cerdas untuk menyelesaikan teka-teki Ravenclaw.”

Jadi, Hoseok merengut lantaran suasana hatinya sedang tidak begitu baik.

Shut up. Kau tidak bisa apa-apa kalau adikmu mau denganku. Lagi pula, khusus hari ini aku cuma mau menemui Namjoon.” Pemuda itu mendesah dan menyandarkan punggungnya di tembok batu. Mendapati pertanyaan tersirat sang kapten lawan, Hoseok menambahkan, “Dia belum mengembalikan tabel Herbologiku.”

Gray mengangkat alis.

“Oke, kalau bisa bertemu Louisa juga lebih baik. Sekarang tolong selesaikan soalnya. Aku frustasi.”

Nah, barulah si Ravenclaw membalik tubuh, berhadapan dengan si penjaga pintu. “What was it?”

Pertanyaan yang diberikan identik dengan milik Hoseok: “A very famous alchemist was found murdered in his kitchen today. The Witch Watchers have narrowed it down to six suspects. They know it was a two man job. Their names: Felice, Maxwell, Archibald, Nicolas, Jordan, and Xavier. A note was also found with the body: ’26-3-58/28-27-57-16′. Who are the killers?”

“Tunggu, tunggu. 26-3-58—apa tadi?”

“28-27-57-16. You’re getting slow.” Hoseok melerai lipat tangannya demi menyugar rambut ke belakang. “Itu soal Alkimia, ‘kan? Kau bisa menyelesaikannya sendiri? Maaf-maaf saja, aku tidak pernah tertarik pada Alkimia.”

“Aku … juga bukan ahlinya.” Gray mengedikkan bahu; keningnya berkerut. “Tapi mungkin aku bisa memecah kodenya.”

“Pecahkan, kalau begitu.”

Butuh sekitar tiga menit bagi Gray untuk berjalan mondar-mandir di hadapan Hoseok sampai berhenti sepenuhnya, menyeringai, lalu menjentikkan jari. Maniknya bercahaya dan ekspresinya penuh pencerahan. Melirik pada sang kolega beda asrama, dia menghadapi si pengetuk, “Ini bukan Alkimia. Ini tabel periodik sederhana. Jawabannya Felice dan Nicolas, ‘kan?”

Sang elang berkata, “Tepat,” kemudian birai berayun terbuka.

Hoseok mengambil satu langkah maju, menepuk pundak kanan Gray, lalu berkata dengan penuh kelegaan, “Thanks, Mate. How did you solve it, by the way?”

“26-3-58. Fe-Li-Ce. 28-27-57-16. Ni-Co-La-S. Ayolah; kau tahu.”

“Haha. Ya, semua orang hapal urutan tabel periodik. Betul sekali.”

Langkah pertama mereka disambut pemandangan biasa. Ruang rekreasi Ravenclaw tidak begitu ramai, hanya diisi beberapa orang di meja panjang yang beradu Gobstone, sementara beberapa lagi menikmati bacaan di sofa biru empuk dekat jendela. Tadinya Hoseok tak ingin memperpanjang kunjungan dengan langsung naik ke kamar Namjoon dan mengonfrontasi teman pelupanya, namun tiba-tiba saja Gray memanggil dirinya lagi; menunjuk ke arah patung marmer Rowena Ravenclaw.

Namjoon sedang berdiri di dekatnya, bercakap seru dengan seseorang.

Berani tebak dengan siapa?

Adik sang kapten lawan sendiri.

Gray tersenyum simpul, lalu mengedikkan bahu. “Ini akhir tahun, Jung, dan sebenarnya aku tidak ingin ikut campur urusanmu dengan Louisa, tapi fun factadikku baru saja mempermalukan Rufus McLaggen karena mengataimu tidak becus di kelas Mantra tadi siang.” Dia meninju bahu Hoseok; memberikan salut. “Sampai ketemu di pertandingan final dan selamat Natal.”

Yah, konklusi yang bisa diambil hari itu: satu: Gray baru saja memberinya informasi berselimut permata; dua: betapa mudah suasana hati Hoseok membaik bila sudah dihadapkan dengan Louisa; dan tiga: Namjoon beruntung karena teman satu angkatannya tidak jadi marah-marah di tempat (kendati yang terakhir lebih didasarkan fakta Namjoon tidak menghilangkan tabel Hoseok, ketimbang atraksi warna merah di pipi Louisa saat mendapati sang kapten asrama musang datang bersama kembaran laki-lakinya).

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Day 8 – Jack Frost Enigma

  1. GO HOSEOK GO!!!!! aku seneng banget dooooong tau louisa belain hoseok heuheuHEUHEUHEU NAE OTP. vin kenapa ya aku bayanginnya Louise itu tinggi, pale skin, rambutnya hitam gelap banget ((yg cocok parah sama seragamnya ravenclaw)), matanya besar bersinar-sinar gitu apalagi kalau pas lagi godain orang, terus hidungnya hidung elang. TERUS AKU SUKA SAMA DIA. ASTAGA BEL. ASTAGA. ASTAGA VIN. ASTAGA LOU. terus aku merasakan kebahagiaan terselubung waktu tau dia sama hoseok ternyata akrab di luar pertandingan karena LAMPU HIJAU KAYAKNYA NGGAK SUSAH YA BUAT HOSEOK HAHAHAHAHAHHAA YEAY.

    btw aku ingin mengatakan sesuatu pada hoseok: “sabar, ya. semoga kejadian hilangnya tabel-tabel penting apa pun tidak akan terjadi lagi. :)”

    terus vin kebetulan sekali aku pernah nemu tebak-tebakan kayak gituuuu tapi di youtube. di video riddle-riddle. terus yha i feel hoseok dia capek-capek badan terus disuguh kasus ea ea ea yeokshi ravenclaw -____- ((tapi nggak papa lah kalo jadi ketemu louise AHA AHA AHA AHAHAHAHAHA.))

    terima kasih sudah membuat hoseok-louisa lagi viinnn semangaaaatt!!!! ❤ ❤ ❤

    Like

    • GOOOOOOOOOOOOOOO! HAHAHA. louisa mah diem-diem doang dia. kalo depan hoseok taringnya keluar tapi hehehehe. SAMA BEL SAMA. kan louise tuh kembarannya louisa. aku sebenernya ngebayangin dua-duannya tinggi, pale skin, rambut gelap, mata hijau, terus jago quidditch hahahaha. dan oiya doooong hoseok kalo rapat kapten quidditch gitu mah mainnya sama louise hehehe. tapi kalo udah di dalem lapangan, bisa saling bunuh-bunuhan kayak chapter kemaren. lampu hijau? hoseok masih harus usaha, percayalah bcs lampu hijaunya mah dari yang cewek bukan dari kembarannya HAHAHAHAHA

      AMIN! AMIN! makanya seok kalo tabel dipinjem mah dijagain hahahaha.

      iya kan beeeeeeel 😦 anak ravenclaw tuh betul-betul deh. padahal menaranya tinggi. lah aku naik ke lantai 4 kalo di kampus aja capek 😦

      makasih ya bel bel bellakuuuuh ❤ ❤

      Like

Tell Me Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s