Monthly Playlist Update

Advertisements

melawan sepi.

Pernahkah kamu merasa begitu sepi?
Rumahmu hampa, hidupmu sunyi, hatimu kosong.
Senyap, antap, hambar… mati.
Kamu ingin mati.
Karena kamu tahu bahwa kamu tidak penting–tak pantas dijadikan prioritas.
Kamu cuma partikel pengisi ruang yang lalu terlupakan kala sekitarmu diisi orang.
Insan-insan yang lebih penting seperti pacar, keluarga, teman yang lain.
Atau mungkin kamu yang kelewat pandir untuk berharap lebih saat bertingkah seperti pengangguran?
(Hei, kamu memang pengangguran!)
Kamu mencoba mengerti, sungguh kamu berusaha.
Ketika ada janji yang dilupakan atau kata yang diingkari.
Mereka sibuk, mereka hanya memiliki sedikit waktu, mereka terlibat hubungan jarak jauh.
Tapi kamu sendiri.
Dan kamu bertanya-tanya apakah begini hidupmu sepuluh tahun ke depan.
Tak ada orang untuk berbagi.
Tak ada manusia untuk melengkapi.
Sendiri… sendiri… terus sendiri.

them.

Is it possible to love two people at the same time?

Because I love him. I know I love him. He’s my best friend. He’s calm and gentle and delicate. He’s the chocolate on the pastries. He’s the soft breeze in the morning when it’s slipping through the window. He soothes my damaged parts with his smile. He makes me feel safe, secured, loved, longing for his touch, yearning for his existence. He is home.

But there you are, again.

And I know whenever I see you I’ll get excited. You’re the trouble. You make my heart races so fast until I have to chase my breath. You force me to get all worked up, yet tremble in submission. You’re the delightful horror I’ve always wanted; the high sensation I’ve always desired. You’re the star in the room, the explosion, the fireworks. You electrocute me with your presence and intoxicate me with your figure. You’re bright and smart and… you. Just you.

You’re the person I’ve loved years ago.

Do I still love you? I guess.

Do I still want you?

That’s a question I need to ask myself so many times.